TPA UPNB 2026 Resmi Dibuka, Menggambarkan Seriusnya Kampus dalam Menyeleksi Calon Mahasiswa
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi (UPNB) secara resmi mengumumkan dimulainya rangkaian Tes Potensi Akademik (TPA) untuk seleksi calon mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Agenda ini menjadi sorotan karena setiap tahunnya ribuan pendaftar bersaing untuk mendapatkan kesempatan belajar di kampus yang dikenal fokus pada bidang kesehatan dan teknologi terapan ini.
Dalam siaran resmi yang diterima redaksi, pihak kampus menegaskan bahwa TPA bukan hanya sekadar ujian masuk biasa. Lebih dari itu, TPA menjadi salah satu instrumen penting untuk membaca kesiapan intelektual calon mahasiswa, memetakan kekuatan dan kelemahan mereka, serta menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan layanan akademik ketika mahasiswa sudah resmi terdaftar.
Pada gelombang pertama, ratusan peserta dari berbagai kota di Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga beberapa provinsi lain di luar Pulau Sumatera mengikuti ujian ini, baik secara online maupun onsite. Antusiasme ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap UPNB sebagai institusi pendidikan tinggi yang kredibel dan progresif.
Ruang Lingkup Pengujian: Mengukur Potensi Secara Menyeluruh
Materi TPA UPNB dirancang untuk menguji beberapa aspek mendasar yang dibutuhkan dalam proses perkuliahan modern. Bukan hanya hafalan, tetapi kemampuan bernalar, menganalisa, dan mengambil keputusan secara tepat dalam waktu terbatas. Secara umum, beberapa kompetensi yang diukur meliputi:
- Logika dan penalaran umum: kemampuan menghubungkan informasi, menarik kesimpulan, dan melihat pola.
- Kemampuan numerik: pemahaman angka, perbandingan, grafik, serta operasi matematis dasar yang sering muncul dalam kehidupan akademik.
- Kemampuan verbal: pemahaman bacaan, kosa kata, serta kemampuan menganalisa teks tertulis.
- Kemampuan pemecahan masalah: bagaimana peserta merespons situasi tertentu dan memilih solusi paling tepat.
Dengan format tersebut, UPNB berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait kesiapan calon mahasiswa. Pihak kampus juga menyebutkan bahwa sebagian besar soal disusun secara kontekstual, sehingga peserta tidak sekadar mengandalkan hafalan, tetapi juga perlu berpikir kritis dan kreatif.
Skema Pelaksanaan: Fleksibel tetapi Tetap Terkontrol
Menjawab dinamika pendidikan di era digital, UPNB menerapkan dua skema pelaksanaan TPA yang fleksibel namun tetap mengedepankan prinsip keamanan dan kejujuran akademik. Kedua skema tersebut adalah:
- Online Terbimbing – Peserta mengerjakan TPA dari lokasi masing-masing dengan pengawasan daring. Sistem ini dilengkapi fitur pengawasan kamera, batasan waktu, serta deteksi aktivitas mencurigakan.
- Onsite Terjadwal – Peserta hadir langsung di kampus UPNB dan mengikuti ujian di ruang labor komputer. Dalam pelaksanaannya, panitia menyiapkan beberapa sesi berbeda untuk mengakomodir jumlah peserta.
| Gelombang | Periode Pelaksanaan | Mode Tes | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Gelombang I | Januari – Februari 2026 | Online & Onsite | Kuota terbatas, prioritas pendaftar awal |
| Gelombang II | Maret – April 2026 | Online & Onsite | Dibuka jika kuota gelombang I terpenuhi |
| Gelombang III | Mei – Juni 2026 | Onsite | Gelombang tambahan, menyesuaikan kuota akhir |
Skema ini dinilai cukup membantu peserta yang berasal dari luar kota atau dari daerah yang jaraknya cukup jauh dari Bukittinggi. Mereka dapat tetap berpartisipasi tanpa harus menanggung biaya transportasi yang besar, selama didukung jaringan internet yang memadai.
Alur Pendaftaran TPA: Sederhana dan Terintegrasi
Untuk mengikuti TPA UPNB, calon peserta harus melalui beberapa tahapan administratif yang cukup sederhana. Panitia sudah menyiapkan sistem pendaftaran terintegrasi secara daring. Secara garis besar, alur tersebut meliputi:
- Mengakses laman resmi: https://michaelwilcoxschoolofcolour.com/
- Mengisi formulir pendaftaran dengan data pribadi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
- Mengunggah dokumen pendukung seperti kartu identitas, ijazah atau SKL, dan pas foto terbaru.
- Melakukan pembayaran biaya pendaftaran sesuai nominal yang tertera pada sistem.
- Mengunduh kartu peserta yang memuat jadwal, mode tes, dan tata tertib pelaksanaan.
Testimoni Peserta: Sistem Lebih Rapi, Informasi Mudah Diakses
Beberapa peserta yang telah mengikuti TPA gelombang awal mengaku cukup puas dengan mekanisme yang diterapkan. Mereka menyebutkan bahwa panduan teknis dikirimkan jauh sebelum hari pelaksanaan, sehingga dapat melakukan persiapan dari sisi perangkat maupun jaringan internet.
Peserta onsite juga merasakan suasana ujian yang tertib dan kondusif. Ruang ujian dilengkapi fasilitas komputer yang memadai, pengawas yang sigap, serta petunjuk pengerjaan yang jelas. Hal tersebut membuat proses ujian berjalan lebih nyaman dan minim kendala teknis.
Di sisi lain, pihak kampus menegaskan bahwa mereka terus melakukan evaluasi di setiap gelombang pelaksanaan TPA. Feedback dari peserta akan digunakan untuk menyempurnakan sistem dan prosedur, sehingga pada gelombang berikutnya pelaksanaan tes dapat berjalan semakin efektif.
Komitmen UPNB: Mencetak Lulusan Unggul di Bidang Kesehatan dan Teknologi
UPNB menempatkan TPA sebagai salah satu fondasi untuk memastikan bahwa mahasiswa yang diterima merupakan individu yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Setelah dinyatakan lolos, mahasiswa tidak hanya dibekali kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, tetapi juga pelatihan soft skill, praktik lapangan, hingga kerja sama dengan institusi mitra.
Dengan pendekatan tersebut, UPNB berharap lulusan yang dihasilkan benar-benar siap bersaing, baik di sektor kesehatan, teknologi informasi, kebidanan, maupun bidang lain yang terkait. Kampus ingin menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan tenaga profesional yang kompeten dan berintegritas.
Pada akhirnya, penyelenggaraan TPA UPNB 2026 bukan hanya tentang seleksi siapa yang diterima dan siapa yang tidak. Lebih jauh dari itu, TPA adalah cerminan keseriusan kampus dalam menyusun proses rekrutmen mahasiswa baru yang adil, transparan, dan berorientasi pada kualitas jangka panjang.